Berita Terpopuler - Bangkok, Ribuan demonstran Thailand mengabaikan perintah untuk menghentikan aksi mereka mengepung kantor-kantor pemerintah di Bangkok. Massa bahkan berbaris membentuk perisai untuk melindungi para pemimpin mereka agar tidak ditangkap.

Pengadilan Thai telah memerintahkan para pendemo untuk segera angkat kaki dari areal Government House yang menaungi kantor Perdana Menteri (PM). Bahan surat perintah penangkapan terhadap 9 pemimpin demo telah dikeluarkan.

Namun para pendemo tidak gentar. Mereka bertekad melanjutkan aksi mereka sampai PM Samak Sundaravej mundur. Demikian seperti dilansir AFP, Kamis (28/8/2008).

“Jika 9 orang dari kami ditangkap, kalian harus meneruskan aksi di sini,” kata Chamlong Srimuang (73), salah seorang figur penting kelompok sayap kanan, People's Alliance for Democracy (PAD). Kelompok tersebut telah berbulan-bulan melakukan aksi protes untuk menuntut pengunduran diri Samak.

Sempat beredar rumor kalau ribuan polisi yang dikerahkan di luar areal gedung bersiap untuk masuk dan membubarkan massa secara paksa. Namun sejauh ini, polisi masih bersikap menunggu.

“Ini kemenangan kita karena polisi tidak menyerbu dan menangkap kita semalam,” seru Chamlong kepada massa yang berteriak riuh.

Para pendemo telah menginap dua malam di lokasi tersebut. Gerakan PAD menuding Samak sebagai pemimpin yang mengatasnamakan mantan PM Thaksin Shinawatra. Samak yang terpilih pada Desember 2007 sebelumhya telah menyatakan akan menggunakan pendekatan yang lunak dalam menghadapi aksi demo besar-besaran ini.

Sumber: Hermawan.Net
Member of Hermawan Network

Berita Terkait

Dikirim pada Kamis, 28 Agustus 2008.
Kategori: Berita Terpopuler.

No Comments, Comment or Ping

Reply to “Demonstran Thailand Abaikan Perintah Untuk Hentikan Aksi”